Rembug Stunting Desa Candigaron

Umum

Pada hari Rabu, 7 September 2022 dilaksanakan Rembug Stunting Desa Candigaron yang menghadirkan para kader posyandu, kader pembangunan manusia serta kader pendamping keluarga dari 6 dusun yang ada di Desa Candigaron. Sebagai pembicara adalah penyuluh nutrisi dari Puskesmas, penyuluh perikanan serta penyuluh lapangan KB.

Rembuk stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat Desa dengan pemerintah Desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa.

Adapun kegiatan utama dalam rembuk stunting di Desa Candigaron, meliputi: pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah; dan pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Kesepakatan hasil rembuk stunting di Desa dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan peserta rembug stunting, dan pemerintah Desa.

Dari pertemuan tersebut disimpulkan sebuah berita acara terkait konvergensi penanganan stunting yang akan dilaksanakan di tahun yang akan datang, diantaranya adalah peralatan dan perlengkapan Posyandu, meja pelayanan, kursi, alat pengukuran tinggi badan dan panjang badan dari kayu, pengukur lingkar lengan atas, sarung timbangan, kelas ibu hamil, posyandu remaja serta adanya pemberian makanan tambahan yang berkualitas bagi anak – anak dengan resiko stunting pada usia 2 tahun.

Usulan yang disampaikan pada pertemuan rembug stunting di Candigaron itu berupa :

  1. Kelas Ibu Hamil.
  2. Posyandu remaja menyeluruh di setiap dusun.
  3. Pengadaan timbangan dacin.
  4. Pengadaan sarung timbangan.
  5. Pengadaan timbangan bayi.
  6. Pengadaan alat pengukur tinggi berupa micro toa/stature meter.
  7. Pengadaan alat ukur panjang bayi berupa length board.
  8. Pemberian tablet zat besi (Fe) untuk remaja.
  9. Pengadaan meja kursi pelayanan dengan jumlah minimal 5 setiap posyandunya.
  10. Pengadaan alat ukur lingkar kepala.
  11. Pendanaan pemberian makanan tambahan yang ditambah.
  12. Pengadaan lemari penyimpanan alat posyandu.
  13. Pengadaan alat tekanan darah.
  14. Pengadaan alat cek gula darah.
  15. Pengadaan timbangan injak digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.